Latih suara Anda dengan membaca dengan keras atau bernyanyi setiap hari.
Minumlah air yang cukup, hindari berteriak dan istirahatkan suara Anda saat lelah.
Latih suara Anda seperti seorang aktor — duduk dan berdiri dengan postur yang baik, lakukan latihan untuk artikulasi, bernapas dan memproyeksikan suara.
Dapatkan umpan balik dari teman dan anggota keluarga tentang cara orang lain memahami pidato Anda —mengembangkan isyarat atau kata kode yang dapat Anda gunakan di depan umum untuk membuat Anda fokus dalam berbicara dengan jelas.
Jika Anda memiliki tutur kata yang lembut, gunakan alat-alat seperti penguat suara (mikrofon), ditempatkan di baju Anda, dan di telepon (perangkat ini dapat membantu dengan ucapan yang lembut, tetapi tidak untuk ucapan yang bergumam / gagap). Tanyakan seorang terapis okupasi (OT) tentang alat-alat lain.
Lakukan kontak mata dengan orang yang Anda ajak bicara.
Kurangi kebisingan latar belakang.
Sosialisasikan dalam kelompok kecil atau satu-satu.
Jika Anda mengalami masker wajah, gunakan kata "perasaan" untuk mengkomunikasikan emosi Anda ("Saya merasa bahagia, sedih, bersemangat," atau "Saya setuju"). Gunakan latihan gerakan fisik untuk membantu menyampaikan emosi.
Tentukan waktu mana dari pidato Anda yang terbaik. Rencanakan keterlibatan sosial sekitar saat-saat itu.
Bahkan pada tahap awal PD, banyak yang melaporkan bahwa suara mereka terlalu lunak, menyebabkan orang lain meminta mereka untuk mengulang. Orang lain dengan PD mungkin memiliki kualitas kasar atau serak pada suaranya. Coba strategi ini:
Ambil napas sebelum Anda mulai berbicara.
Jeda antar fase untuk mengambil napas lain.
Ekspresikan ide Anda dalam kalimat singkat dan ringkas.
Berbicara lebih keras dari yang Anda anggap perlu.
Jangan meneriakkan suara saat Anda berbicara.
Istirahatkan suara Anda saat lelah.
Kurangi tenggorokan bersih atau batuk. Coba menelan dengan keras.
Kurangi atau hilangkan mulas.
Jika udara kering di rumah Anda, gunakan humidifier.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar